Wednesday, 28 April 2010

Merubah Bentuk Sediaan Obat Pada Lansia Dengan Dysphagia (Kesulitan Menelan)

Salam Sehat...
Pasien lansia/geriatrik merupakan kelompok pasien yang mempunyai kemungkinan untuk mengalami dysphagia (kesulitan untuk menelan). Kejadian ini bisa disebabkan karena faktor penyakit (Parkinson, Alzheimer, stroke, kanker), ataupun karena faktor penuaan yang menyebabkan menurunnya fungsi kelenjar saliva untuk menghasilkan air liur. Apalagi dengan kondisi penyakit yang kompleks, seringkali pasien lansia akan mendapatkan obat yang bermacam-macam. Seperti kita tahu, sebagian besar obat untuk orang dewasa adalah dalam bentuk solid/padat (tablet atau kapsul), sehingga dysphagia adalah salah satu kondisi penyulit pada kelompok pasien ini dalam menggunakan obat. Sebagai solusinya, seringkali pasien membuka kapsul atau menggerus tablet untuk mempermudah mereka menelan obat tersebut. Pertanyaannya adalah, apakah praktek seperti itu dapat dibenarkan ?
Dalam beberapa kasus, di mana obat tidak mengalami "kerusakan", praktek seperti ini sah2 saja, karena jika ini tidak dilakukan pasien malah tidak dapat menggunakan obat ini, dan akhirnya tujuan terapi tidak akan tercapai. Namun, ada beberapa obat yang sama sekali tidak boleh diubah dari bentuk aslinya, karena akan merubah juga tujuan obat tersebut dibuat. Contohnya antara lain:
- obat yang dibuat sedemikian rupa sehingga efeknya akan muncul sedikit demi sedikit (controlled/sustained-release medicine). Jika obat ini kita gerus, maka yang terjadi adalah efeknya akan dihasilkan secara langsung dan dalam jumlah yang besar, dan akan beresiko meningkatnya efek samping atau toksisitas obat. Contohnya adalah obat hipertensi Veracaps SR (verapamil), yang akan meningkatkan resiko hipotensif.
- Obat yang diberi pelapis (coating), karena zat aktifnya sensitif terhadap kondisi tertentu, seperti asam lambung dan paparan cahaya. Contohnya adalah Adalat (nifedipine) yang sangat sensitif terhadap paparan cahaya dan dengan paparan yang hanya sesaat dapat mendegradasi zat aktifnya. Contoh lain adalah Losec (omeprazole) yang sensitif terhadap asam lambung, dan akan kehilangan aktivitasnya sebelum obat tadi diabsorpsi di usus kecil.
Untuk contoh-contoh lain, silahkan yang berminat bisa melihat di sini. Daftar tersebut berasal dari Institute for Safe Medication Practices (ISMP), lembaga nonprofit yang bertujuan untuk mencegah medication error dan meningkatkan penggunaan obat secara aman. Karena daftar tersebut berasal dari Amerika Serikat, dimungkinkan terdapat perbedaan dengan kondisi di negara kita. Diharapkan, tempat pelayanan kesehatan (apotek, rumah sakit) dapat memiliki daftar tersendiri, disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Untuk rekan2 apoteker sebagai profesi yang bertanggungjawab memberikan penjelasan tentang penggunaan obat yang benar, berikut ini langkah2 yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi kesalahan penggunaan yang mungkin muncul pada kelompok pasien ini:
1. mencari tahu apakah pasien mengalami dysphagia
2. mereview obat-obat yang harus diminum pasien, apakah ada yang termasuk dalam kategori tidak boleh diubah (dibuka kapsulnya atau digerus tabletnya)
3. mencari alternatif pengganti terbaik jika dirasa pasien tidak mungkin menggunakan obat tersebut
4. mengajarkan teknik yang benar dalam kasus obat tersebut dapat digerus
Untuk pasien dan keluarga pasien diharapkan juga berkontribusi untuk menghindari kesalahan penggunaan obat dengan memberi tahu kepada tenaga kesehatan (dokter, apoteker, perawat) jika pasien mengalami kesulitan dalam menelan obat dalam bentuk tablet atau kapsul. 
Kerjasama yang baik antara tenaga kesehatan dan pasien dapat menghindari kesalahan penggunaan obat sekaligus meningkatkan kepatuhan pasien dalam menggunakan obat yang akhirnya dapat mencapai tujuan terapi yang diinginkan. 
".......Simple thing for big difference......"
Demikian...semoga bermanfaat
Salam Sehat
Referensi:
Haywood, A., Glass, B. 2009. Dosage form modification for the elderly. Australian Pharmacist. 28(11):960-63

2 comments:

Unknown said...

Artikelnya menarik ttg pengubahan bentuk sediaan obat saat mengkonsumsinya; mudah2an bisa merubah mindset pasien (baca : orang awam) yg berfikir bahwa "asalkan obat diminum maka semua akan baik2 saja" ...

tunggulpharmacist said...

Ya mas Adit, semoga bermanfaat....trims atas atensi dan nice comment-nya

Post a Comment