Thursday, 18 March 2010

POLUSI CAHAYA

Jika selama ini kita mengenal polusi udara, air, atau tanah,  maka polusi yang satu ini mestinya juga jangan kita anggap remeh. Polusi  ini berkaitan dengan penggunaan cahaya (cahaya artifisial/buatan,  seperti lampu) yang tidak efisien yang berdampak buruk bagi kesehatan  manusia dan juga makhluk hidup lainnya (1).

Apakah bentuk dampak buruk dan mengapa dampak tersebut dapat  terjadi ?




(gambar diambil dari referensi 2;  untuk memperbesar, silahkan klik di sini)

Tubuh manusia memiliki jam biologis yang disebut “circadian  clock” yang mengatur produksi hormon, regulasi sel, kerja otak, dan  aktivitas biologis lainnya. Pada tingkat gen, jam tersebut mempengaruhi  kerja 10-15 % gen yang kita miliki. Tidak heran jika jam tersebut  terganggu maka akan muncul masalah masalah kesehatan seperti depresi,  insomnia, obesitas (3), penyakit jantung dan pembuluh darah, bahkan  kanker (1).

Salah satu hipotesis yang mencoba menerangkan hal tersebut  berkaitan dengan pengaturan hormon melatonin. Pada saat waktu tidur di  malam hari, melatonin diproduksi. Produksi melatonin akan menurunkan  produksi estrogen. Kita tahu bahwa ekspresi estrogen yang berlebihan  merupakan salah satu penyebab kanker payudara. Adanya cahaya dapat  menyebabkan produksi melatonin menurun sehingga ekspresi estrogen dapat  meningkat (1,4).

Penelitian tentang hubungan polusi cahaya dan kanker sudah  banyak dilakukan, mayoritas dalam bentuk penelitian epidemiologi. Salah  satunya adalah penelitian perawat  yang mengalami shift pagi dan malam  diketahui memiliki resiko terkena kanker payudara lebih tinggi dibanding  yang hanya bekerja pada siang hari saja (4). Yang menarik, irama  sirkadian dapat menyesuaikan dengan aktifitas hidup sehari hari,  sehingga dimungkinkan pekerja dengan jadwal tetap (siang hari atau malam  hari saja) mempunyai resiko yang lebih rendah terkena kanker payudara  (1).


Penggalan kuotasi dari referensi 1

Terhadap flora dan fauna, polusi cahaya berpengaruh dengan  merubah perilaku (behavior) mereka. Pada pohon tertentu, adanya paparan  cahaya artificial dapat menghambat penyesuaian pohon tersebut terhadap  variasi musim. Ini juga akan berimplikasi pada keseimbangan hidup  ekosistem di sekitarnya yang bergantung pada pohon tersebut. Contoh lain  adalah perubahan perilaku reproduksi katak yang terpengaruh adanya  cahaya. Pada beberapa spesies penyu, adanya cahaya artifisial di pantai  membuat betina enggan mengerami telur-telurnya. Anak-anak penyu juga  akan terganggu arah perjalanannya dengan adanya cahaya artificial di  pantai sehingga mereka tidak dapat menuju ke laut. Adanya cahaya juga  membuat burung-burung terbang kehilangan arah (1).


(gambar dari referensi 1, untuk  memperbesar, silahkan klik di sini)


Lalu, apa yang bisa kita lakukan ? tidak mungkin meniadakan lampu untuk memecahkan masalah ini. Yang bisa  kita lakukan adalah menggunakan lampu dengan bijak. Gambar di atas  (dari referensi 1) secara skematik menjelaskan distribusi cahaya, di mana dengan  model lampu tersebut 50 % cahaya akan terbuang percuma, 10 %  menghasilkan glare, dan hanya 40 % cahaya yang memang benar-benar  dibutuhkan (productive light). Pencahayaan yang baik adalah  dengan mendesain sedemikian rupa sehingga productive light yang  dihasilkan semakin besar.

Untuk pribadi kita masing-masing, kebiasaan untuk mematikan  lampu ketika tidur menjadi cara yang paling mudah. Satu hal yaitu untuk  mencegah kanker (kantong kering) karena dapat menekan tagihan listrik…. :),  hal lain juga dapat menyehatkan tubuh karena kualitas tidur kita  menjadi baik. Juga, tidak menggunakan lampu ketika ketika cahaya  matahari sudah cukup menerangi aktifitas kita.

Semoga bermanfaat

SALAM

Referensi:

1. Ron Chepesiuk. Missing  the Dark,  Health Effects of Light Pollution. Environmental Health Perspectives.  2009, 117;1:A20-27, available at here

2. Angela Spivey. Lose Sleep, Gain  Weight: Another Piece of the Obesity Puzzle. Environmental Health  Perspectives. 2010, 118;1: A28-33, available at here

3. Laurie Barclay. Extreme Sleep Duration Linked to  Increased Abdominal Fat in  Minority Young Adults. Medscape CME  Clinical Briefs. 2010, available at http://cme.medscape.com/viewarticle/718077_print

4. Eva S.Schernhammer, et al. Night  Work and Risk of Breast Cancer. Epidemiology. 2006, 17;  1:108-111.

Oh ya..berhubungan dengan isu ini, akan ada aksi “Earth Hour”,  diorganisir oleh WWF pada hari Sabtu 27 Maret 2010 pukul 20:30 waktu  setempat berupa pemadaman lampu secara sukarela selama satu jam.  Silahkan kalo mau partisipasi...bentuk kepedulian kita untuk bumi yang  kita cintai ini...

0 comments:

Post a Comment